Scroll untuk baca artikel
Berita

Pekik Gus Miftah “Hidup Lonte”, Segini Harga Lonte Versi Gus Miftah

120
×

Pekik Gus Miftah “Hidup Lonte”, Segini Harga Lonte Versi Gus Miftah

Sebarkan artikel ini
Pekik Gus Miftah “Hidup Lonte”, Segini Harga Lonte Versi Gus Miftah
Pekik Gus Miftah “Hidup Lonte”, Segini Harga Lonte Versi Gus Miftah

Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981. Ia dikenal sebagai ulama muda Nahdlatul Ulama sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.

Perjalanan dakwah Gus Miftah mulai dikenal luas karena pendekatannya kepada kelompok masyarakat marjinal. Ia aktif berdakwah di kawasan lokalisasi, klub malam, hingga salon malam yang selama ini jarang disentuh pendakwah lain.

Sekitar tahun 2000, Gus Miftah mulai rutin melaksanakan salat tahajud di sebuah musala dekat kawasan Sarkem, Yogyakarta. Dari sana muncul niatnya untuk berdakwah kepada para pekerja dunia malam.

Dalam prosesnya, ia didampingi Gunardi atau Gun Jack yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di kawasan tersebut. Perlahan, kegiatan kajian agama mulai rutin digelar dan mendapat respons dari para pekerja malam.

Meski sempat mendapat penolakan dan kritik, Gus Miftah tetap melanjutkan metode dakwahnya. Ia mengaku ingin menghadirkan akses kajian agama bagi kelompok yang sering merasa dijauhi masyarakat.

Pendekatan itu kemudian menjadi ciri khas dakwah Gus Miftah hingga namanya semakin dikenal secara nasional. Pada 2011, ia mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji di Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Nama “Ora Aji” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “tidak berarti”. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa tidak ada manusia yang paling berarti di hadapan Tuhan selain ketakwaannya.

Karier Gus Miftah di ruang publik juga terus berkembang. Ia sempat dipercaya menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Namun, di tengah berbagai kontroversi yang muncul, Gus Miftah akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Keputusan itu diambil setelah gelombang kritik publik terhadap sejumlah pernyataannya semakin besar.

Kini, viralnya kembali video lama soal tarif PSK dan suara rakyat kembali menempatkan Gus Miftah di tengah sorotan publik. Perdebatan mengenai gaya dakwah, batas humor, hingga etika berbicara di ruang publik kembali mencuat di media sosial. (*)

READ  Simontok Anti Block APK 2025: Nonton Video Bokeh Tanpa VPN, Tanpa Iklan, dan 100% Lancar di Android

Sumber: Bacasore.com, Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *